STIKI, Malang – Addin Aditya, S.Kom., M.Kom., salah satu dosen STIKI Malang dengan berbagai prestasi yang dimilikinya merupakan satu dari banyak dosen muda idola di kampus elang ini loh! Dosen yang menamatkan pendidikan sarjananya di STIKI Malang pada 2013 dan magisternya di ITS Surabaya pada 2017 silam ini memiliki motivasi yang tinggi dalam dunia pengajaran loh.

Menurutnya, saat proses belajar mengajar yang belajar bukan hanya mahasiswanya saja melainkan dosennya juga. Sehingga ia berusaha sangat fokus dan juga detail serta telaten dalam mendidik mahasiswanya.

“Sebenarnya motto mengajar itu ‘Tut Wuri Handayani’. Namun kan sebenarnya disini yang belajar bukan cuma mahasiswanya, tapi dosennya juga harus belajar. Belajar ‘berbicara’ dan belajar ‘mendengarkan’.” Ujar dosen yang juga kepala Pusat Karir STIKI Malang ini.

Meskipun awal mula menjadi dosen sebenarnya bukan cita-cita utamanya, namun akhirnya ia harus mengakui ia sudah nyaman menjadi dosen. Apalagi di tahun ini dirinya didapuk menjadi salah satu kandidat dosen terbaik STIKI Malang di tahun 2020. Tentunya kandidat dosen terbaik ini tidak didapat oleh sembarang dosen, hanya mereka yang berdedikasi tinggi lah yang mampu mencapainya.

“Profesi ini permintaan orang tua saya yg mana akhirnya saya nyaman juga berada di profesi ini. Apalagi memang banyak teman dan kolega yang berprofesi menjadi dosen. Saya kira lingkungan akademisi cocok untuk saya. Banyak pelajaran hidup yg bisa diambil. Banyak kesempatan untuk memperluas wawasan, saya juga masih bisa berkecimpung di dunia praktisi.” Tuturnya mengungkapkan perjalanannya menjadi dosen sejak beberapa tahun lalu ini.

Selain mengajar sebagai dosen, ia juga sudah menghasilkan beberapa jurnal diantaranya Aplikasi Model Sistem Dinamik Untuk Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Air Dalam Rangka Memenuhi Kebutuhan Supply Dan Demand Energi Listrik Di Kepulauan (Studi Kasus: Pulau Madura), untuk pengabdian masyarakat ia juga telah melakukan Pembinaan Keluarga Sadar Hukum (KADARKUM) di Kecamatan Klojen (Kel. Kiduldalem Dan Kel. Kauman), dan masih banyak kegiatan tri dharma perguruan tinggi lain yang ia lakukan disamping kegiatan mengajarnya sebagai dosen.

Namun saat di dalam kelas, tak jarang ia memberikan reward and punishment bagi para mahasiswanya. Bagi siapapun mahasiswanya yang mengikuti kuliah dengan baik, mengerjakan dan mengumpulkan tugas tepat waktu serta berperilaku baik selama perkuliahan akan mendapatkan nilai tambah.

“Sebaliknya jika tidak melakukan aturan tersebut akan saya kenakan sanksi berupa pengurangan nilai. Saya kira mahasiswa sudah dewasa dan bisa menentukan pilihan nya sendiri. Dengan begitu mereka juga belajar tentang arti ‘prioritas.” Tutupnya.  (Humas/ Irma)