Mahasiswa STIKI Malang Timoty Des Christian mendapatkan predikat Mentee terbaik dalam magang merdeka batch 1 di Citiasia.

Ia melaksanakan magang di Citiasia Inc. (PT Citi Asia Internasional). Perusahaan yang menyediakan jasa konsultasi dan produk terkait dengan Smart City dan Smart Enterprise.

Saat magang Timoty ditempatkan di divisi IT Business Executive. “Tugas kami menganalisa pasar, menganalisa produk smart city, dan memperkenalkan produk ke customer. Umumnya customer kami adalah pejabat pemerintahan dan pada waktu magang saya dipercaya handle project smart village, jadi customernya Kepala/Pejabat Desa/Kelurahan,” paparnya.

Lebih lanjut Timoty juga menjelaskan proses seleksi untuk dapat mengikuti program magang bersertifikat kampus merdeka. Ia mengatakan CV yang diajukan harus benar-benar sesuai dengan bidang.

“Saran saya, yang sangat perlu kita perhatikan adalah CV. Karena yang pertama kali dilihat oleh recruiter adalah CV dan beberapa sertifikat keorganisasian” jelas mahasiswa angkatan 2019 itu.

 

Timoty juga membagikan pengalamannya agar menjadi best mantee. Yang pertama tentunya be responsible. “Hal pertama dan paling dasar yang perlu kita lakukan sebagai intern adalah memenuhi tanggung jawab kita,” terangnya.

Yang kedua, be responsive. “Jangan sampai mentor kesusahan untuk menghubungi kita, sebisa mungkin kalau ada masalah, atau waktu mentor menghubungi kita, kita harus membalas pesan secepat mungkin. Dari situ mentor kita bisa lebih percaya untuk memberikan tanggungjawab lebih ke kita, jelas Timoty.

Yang ketiga, be proactive. Apabila sedang rapat, sebisa mungkin keluarkan semua opini kita. Kalau ada yang kurang paham lakukan research dan tanya ke mentor.

Tomity berharap kegiatan MBKM ke depannya semakin banyak kesempatan yang bisa diberikan ke mahasiswa-mahasiswa di Indonesia.

Sebab menurutnya ini kesempatan yang berharga karena benefitnya banyak dan tidak ada ruginya untuk mengikuti program MBKM.

“Harapan saya juga semoga makin banyak mahasiswa di STIKI Malang yang berminat ikut program MBKM. Soalnya selain bekerja satu semester full di luar kampus, kita juga dapat konversi 20 sks jadi tidak perlu takut kuliahnya ketinggalan,” kata Timoty.

“Kampus Mengajar menjadi lahan pengabdian yang luar biasa bagi mahasiswa serta sebagai ajang mengembangkan soft skill yaitu kepemimpinan, problem solving, kreativitas, dan kemampuan interpersonal,” jelas Anita Kepala Program Studi Sistem Informasi.

STIKI Malang sendiri mendorong penuh mahasiswa untuk mengikuti berbagai program MBKM yang dimiliki oleh kampus. Dengan program ini, mahasiswa tidak hanya mendapat nilai, tapi mereka juga bisa menyalurkan bakat dan juga bisa menyerap ilmu yang lebih luas melalui program ini. Apalagi saat ini program MBKM sangat mudah untuk dijangkau oleh mahasiswa. STIKI Malang berharap lebih banyak mahasiswa yang mengikuti program ini agar mahasiswa bisa mengembangkan potensi mereka lebih maksimal di berbagai lini keilmuan akademis dan non akademis. Ingin tau informasi terbaru seputar beasiswa atau update teknologi terbaru? Kunjungi www.stiki.ac.id