STIKI, Malang – Membuktikan bahwa internet bukan tempat eksis tapi juga sumber profit sekarang tentunya sangat mudah bagi Febry Eka Purwiantono, S.Kom., M.Kom, atau yang akrab disapa pak Febri, yakni salah satu dosen STIKI Malang. Namun berbeda halnya dengan yang ia alami di tahun 2008 silam saat ia berusaha meyakinkan banyak orang bahwa internet tempat menghasilkan pundi-pundi rupiah yang menggiurkan.

“Beberapa bisnis yang pernah saya geluti diantaranya yaitu; Google Adsense, Flippa, Freelancer, Cryptocurrency, Adfly, SEOClerks, Fiverr, PayPal Specialist, hingga Web Developer, saya juga merambah sebagai seller Tokopedia, Kaskus, Ads ID, dan beberapa lainnya.”

Di zaman ia masih duduk di bangku SMK, bermodal modem dan komputer hasil pinjaman ia menceritakan awal mula bisnis ini membuktikan ketidakpercayaan orang-orang bahwa internet bisa digunakan untuk menghasilkan uang. Nyatanya bisnis-bisnisnya dari dunia maya ini juga mengantarkannya lulus hingga jenjang S1.

“Walaupun saya kuliah sambil kerja dan bayar kuliah sendiri (sebagian) termasuk di S2, IPK saya S1 dan S2 tidak jelek-jelek juga, masih di atas 3,4 dan Cum Laude bahkan lulus tetap waktu baik S1 maupun S2.” Ungkap dosen kelahiran Surabaya, 23 Februari 1992 ini.

Tak hanya dalam berbisnis, saat ini jerih payahnya dalam pengabdiannya sebagai dosen membuahkan hasil. Berbagai setifikasi, publikasi ilmiah maupun pengabdian masyarakat sukses ia lakukan disamping kewajiban dasarnya yakni mengajar. Diantara jurnal yang pernah ia publikasi diantaranya adalah Prototype Penjemur Pakaian Otomatis Berbasis Microcontroller Arduino Dengan Metode NAÏVE BAYES Serta Menggunakan Sensor LDR DAN Sensor Kelembaban Udara DHT 11 di tahun 2019, selain itu ia juga beberapa kali masuk penghargaan sebagai pegawai Elang kategori menginspirasi dan menyemangati, dan sejak tahun 2017 ia aktif memberikan ilmu dan tenaganya untuk perkembangan masyarakat sekitar dalam program pengabdian masyarakat, dan masih banyak lagi prestasi lainnya.

Jika ditanya soal teknik pengajarannya dalam kelas, dia adalah tipe dosen yang tidak hanya fokus pada hasil saja namun juga proses. Ia percaya tidak ada mahasiswa yang bandel atau sulit diatur, hanya saja bagaimana cara yang tepat untuk menyikapi dan mengajak berkomunikasi.

“Untuk melakukan hal itu, di kelas saya selalu saya berikan kebebasan untuk mengembangkan bakat yang ada menjadi sesuatu yg berguna entah itu experience, relasi, uang maupun nilai akademik.”

Selain itu untuk para generasi milenial saat ini ia memiliki pesan khusus. Ia menilai anak jaman sekarang harus berani mengambil resiko dan mencoba hal-hal baru selama itu positif.

“Apapun yg Anda pelajari pasti ada gunanya, tidak ada hal baik yg tidak berguna di dunia ini. Bahkan ilmu yang saya dapatkan rata-rata juga dari perkuliahan. Memang terlihat seperti teori2 tidak berguna, namun jika kita jeli, maka bisa kita praktikan di kehidupan sehari-hari maupun untuk bisnis menjadi sesuatu yang berguna. (Humas/ Irma)